Jumat, 07 Mei 2010

LAPORAN ARUS KAS

Uang tunai atau cash merupakan saldo sisa dari arus kas masuk dikurangi arus kas keluar yang berasal dari periode-periode lalu. Arus kas bersih (net cash flow) mengacu pada arus kas masuk dikurangi arus kas keluar pada periode berjalan. Arus kas berbeda dengan ukuran kinerja akrual. Ukuran arus kas mengakui arus masuk saat kas diterima walaupun belum dihasilkan, dan mengakui arus keluar saat kas dibayarkan walaupun beban belum terjadi. Laporan arus kas melaporkan ukuran arus kas untuk tiga aktivitas utama dalam bisnis yaitu operasi, investasi, dan pendanaan.
Secara umum, informasi arus kas membantu untuk menilai kemampuan peusahaan dalam memenuhi kewajibannya, membayar dividen, meningkatkan kapasitas, dan mendapatkan pendanaan. Informasi arus kas juga membantu dalam menilai kualitas laba dan ketergantungan laba pada estimasi dan asumsi tentang arus kas di masa depan. Tujuan laporan arus aks adalah menyediakan informasi arus kas masuk dan arus kas keluar untuk satu periode.

Relevansi Kas
Kas merupakan aktiva yang paling liquid serta menawarkan likuiditas dan fleksibilitas bagi perusahaan. Kas merupakan awal sekaligus akhir siklus operasi perusahaan. Aktivitas operasi perusahaan melibatkan konversi kas menjadi berbagai aktiva yang digunakan untuk menghasilkan piutang dari penjualan kredit.
Kas merupakan ukuran akhir profitabilitas dimana kaslah yang digunakan untuk membayar utang, mengganti peralatan, memperluas fasilitas, dan membayar dividen. Dalam analisis arus kas akan membantu dalam menilai likuiditas, solvabilitas, dan fleksibilitas keuangan. Liquiditas merupakan kedekatan aktiva dan kewajiban pada kas. Solvabilitas atau solvensi merupakan kemampuan untuk membayar kewajiban saat jatuh tempo. Fleksibilitas keuangan adalah kemampuan untuk bereaksi dan menyesuaikan diri terhadap kesempatan dan kesulitan. Laporan cash flow berguna dan penting bagi analisis dan menyediakan informasi untuk menjawab pertanyaaan pengguna laporan seperti :
• Berapa banyak kas yang dihasilkan dari atau digunakan untuk operasi ?
• Pengeluaran apakah yang dibayar dengan kas dari operasi ?
• Bagaimana dividen dibayar saat perusahaan mengalami kerugian operasi ?
• Berasal dari manakah kas untuk pembayaran utang ?
• Berasal dari manakah kas untuk pembayaran saham preferen ?
• Bagaimana kenaikan investasi didanai ?
• Berasal dari manakah kas untuk pembelian aktiva tetap yang baru ?
• Mengapa kas lebih rendah saat laba meningkat ?
• Bagaiman penggunaan kas yang berasal dari pendanaan baru ?

Pelaporan Berdasarkan Aktivitas
Operating Activities merupakan aktivitas perusahaan yang terkait dengan laba. Selain pendapatan dan beban yang disajikan dalam laporan laba rugi, aktivitas operasi juga meliputi arus kas masuk dan arus kas keluar bersih yang berasal dari aktivitas operasi terkait, seperti pemberian kredit kepada pelanggan, investasi dalam persediaan, dan perolehan kredit dari pemasok. Aktivitas operasi terkait dengan pos-pos laporan laba rugi dan dengan pos-pos operasi neraca.
Investing Activities merupakan cara untuk memperoleh dan menghentikan aktivitas nonkas. Aktivitas ini meliputi aktiva yang diharapkan untuk menghasilkan pendapatan bagi perusahaan. Aktivitas ini juga meliputi pembelian pinjaman dan penagihan pokok pinjaman.
Financing Activities merupakan cara untuk mendistribusikan, menarik, dan mendapatkan dana untuk mendukung aktivitas bisnis. Aktivitas ini meliputi perolehan pinjaman dari kreditor dan pembayaran pokok pinjaman. Aktivitas ini juga meliputi kontribusi dan penarikan oleh pemilik serta pengembalian atas investasi (dividen).

Menyusun Laporan Arus Kas
Terdapat dua metode untuk pelaporan arus kas dari operasi yaitu metode langsung dan metode tidak langsung. Dalam Metode tidak langsung (indirect method), laba bersih disesuaikan dengan pos penghasilan (beban) nonkas dengan akrual., untuk menghasilkan arus kas dari operasi. Keunggulan metode ini adalah adanya rekonsiliasi perbedaan antara laba bersih dengan arus kas operasi. Rekonsiliasi ini dapat membantu pengguna laporan untuk memprediksi arus kas melalui prediksi laba yang kemudian disesuaikan untuk jarak antara laba besih dengan arus kas – akual nonkas. Metode langsung (direct method) disediakan setelah itu sebagai perbandingan. Metode ini menyesuaikan setiap pos laporan laba rugi untuk akrual terkait, sehingga menghasilkan format yang lebih baik untuk menilai jumlah arus kas masuk (keluar) operasi. Kedua metode tersebut menggunakan format yang sama untuk menghitung kas bersih dari aktivitas investasi dan pendanaan. Yang berbeda hanyalah penyusunan arus kas bersih dari aktivitas operasi.

A. Mempersiapkan Laporan Arus Kas
Laporan arus kas merupakan campuran antara laporan laba rugi dengan neraca. Laba bersih mula-mula disesuaikan untuk penghasilan dan beban nonkas untuk menghasilkan laba kas. Laba kas ini kemudian disesuaikan untuk kas yang dihasilkan dan digunakan oleh transaksi neraca untuk menghasilkan arus kas dari aktivitas operasi, aktivitas investasi, dan aktivitas pendanaan.
Tiik awal laporan arus kas adalah laba bersih yang mula-mula disesuaikan untuk beban penyusutan dan amortisasi nonkas. Proses penyusutan kemudian mengalokasikan biaya perolehan selama masa manfaatnya unuk menandingkan beban terhadap pendapatan yang dihasilkan oleh aktiva yang bersangkutan. Karena laporan arus kas berfokus pada arus kas, beban nonkas yang diakui dalam perhitungan laba besih harus dihilangkan, yaitu dengan menambahkan kembali beban penyusutan dan amortisasi. Penambahan beban penyusutan dan amotisasi tersebut tidak meningkatkan arus kas operasi melainkan hanya menghapuskan beban yang dikurangkan dalam perhitungan laba bersih. Cara yang sama juga digunakan unuk menyesuaikan laba bersih terhadap keuntungan (kerugian) penjualan aktiva. Tujuan penyesuaian ini bukanlah untuk mengeleminasi keuntungan (kerugian) secara keseluruhan, melainkan memindahkannya dari bagian operasi laporan arus kas. Arus kas masuk dari penjualan aktiva disajikan dalam arus kas bersih dari aktivitas investasi. Penyesuaian terakhir adalah analisis kas yang dihasilkan oleh perubahan dalam aktiva lancar dan kewajiban lancar.
Penyesuaian untuk perubahan pos neraca dapat diringkas sebagai berikut :

Kenaikan Penurunan
Aktiva (Arus keluar) Arus masuk
Kewajiban Arus Masuk (Arus keluar)
Setelah laba bersih disesuaikan untuk beban penyusutan dan amortisasi serta keuntungan (kerugian) penjuala aktiva, langkah akhir perhitungan arus kas dari operasi adalah mempelajari perubahan dalam aktiva (kewajiban) lancar.

Investasi Metode Ekuitas
Dalam akuntansi metode ekuitas, investor mencatat bagian atas laba perusahaan investasi sebagai laba dan mencatat dividen sebagai pengurang saldo investasi. Porsi laba yang tidak dibagi merupakan laba nonkas yang harus dieliminasi dari laporan arus kas, sehinnga yang tersisa hanya porsi laba yang diterima tunai. Hal ini dilakukan dengan mengurangkan bagian atas laba perusahaan investasi dari laba bersih, setelah dikurangi dividen yang diterima.

Akuisisi Perusahaan dengan Saham
Saat satu perusahaan membeli perusahaan lain dengan saham, aktiva dan kewajiban konsolidasi meningkat seiring dengan ekuitas. Namun, yang dilaporkan dalam laporan arus kas hanyalah perubahan pos neraca yang berasal dari transaksi kas. Dengan demikian, penyesuaian neraca untuk menghitung arus kas operasi tidak sama dengan perubahan pos neraca itu sendiri. Perubahan nonkas dalam neraca dilaporkan dalam catatan atas laporan arus kas sebagai aktivitas investasi dan aktivitas pendanaan nonkas.

Biaya Imbalan Pasca Kerja
Program imbalan pensiun dan program imbalan pasca kerja lainnya mengakui beban biaya jasa dan bunga, setelah dikurangi pengembalian yang diharapkan atas aktiva program. Imbalan yang dibayarkan dicatat sebagai pengurang saldo investasi dan kewajiaban. Selisih lebih antara beban imbalan bersih yang dilaporkan dalam laba bersih dengan imbalan kas yang dibayarkan, harus ditambahkan ke laba bersih untuk menghitung arus kas bersih dari aktiva operasi.

Sekuritas Piutang Usaha
Semakin banyak perusahaan yang memanfaatkan pengalihan atau sekuritasisasi piutang usaha melalui entitas bertujuan khusus (special pupose entity) untuk meningkatkan arus kas. Sekuritasisasi adalah pengalihan piutang adalah pengalihan piutang kepada special pupose entity yang membeli piutang tersebut dengan hasil penjualan obligasi pasar modal. Banyak perusahaan yang melaporkan pengurangan piutang tersebut sebagai penambah arus kas dari operasi karena piutang termasuk dalam aktiva lancar. Perusahaan lain melaporkan arus kas masuk tersebut sebagai aktivitas pendanaan. Analisis harus mewaspadai sumber penurunan piutang dan mempertanyakan apakah penurunan tersebut benar-benar sebagai hasil kinerja operasi yang membaik atau sebagai pinjaman yang disamarkan.

METODE LANGSUNG
Metode langsung melaporkan penerimaan kas kotor terkait dengan operasi pada dasarnya menyesuaikan setiap pos laba rugi dari dasar akrual menjadi dasar kas. Metode langsung melaporkan total arus kas masuk dan arus kas keluar dari aktivitas operasi. Metode ini menyajikan tampilan yang lebih baik bagi analisis untuk menilai jumlah kas masuk dan kas keluar yang merupakan pilihan bagi manajemen. Risiko bagi para pemberi pinjaman lebih besar pada fluktuasi arus kas dari operasi dibandingkan dengan fluktuasi laba bersih. Jika perusahaan menggunakan metode langsung, mereka harus mengungkapkan rekonsiliasi antara laba bersih dengan arus kas dari operasi dalam skedul terpisah. Perusahaan juga minimal harus melaporkan penerimaan dan pengeluaran kas sebagai berikut :

Penerimaan kas :
 Kas dari pelanggan, termasuk sewa guna usaha dan lisensi
 Bunga dan dividen yang diterima
 Penerimaan kas dan operasi lainnya
Pengeluaran kas :
 Kas yang dibayarkan kepada karyawan dan pemasok barang atau jasa, termasuk untuk perusahaan asuransi dan iklan
 Bunga yang dibayar
 Pajak yag dibayar
 Pengeluaran kas operasi lainnya

Mengubah Metode Tidak Langsung Menjadi Metode Tidak Langsung
Konversi ini dilakukan dengan memisahkan laba bersih menjadi total pendapatan dan total beban. Selanjutnya, penyesuaian konversi diterapkan pada kategori pendapatan dan beban yang relevan.

ANALISIS ARUS KAS
Kondisi perusahaan antara yang satu dengan lainnya berbeda, oleh karena itu sulit untuk merumuskan analisis arus kas yang standar. analisis laporan arus kas memungkinkan kita untuk menilai kualitas keputusan manajemen dari waktu ke waktu dan dampaknya pada hasil operasi dan posisi keuangan perusahaan.
kesimpulan analisis arus kas meliputi kesimpulan dimana manajemen meletakkan komitmen sumber dayanya, dimana manajemen mengurangi investasi, dari mana kas tambahan dihasilkan, dan dimana klaim atas perusahaan dikurangi. kesimpulan juga terkait dengan penggunaan laba dan pilihan investasi arus kas. analisis juga memungkinkan kita untuk menyimpulkan ukuran, komposisi, pola, dan kestabilan arus kas operasi.
operasi yang menguntungkan menghasilkan pemulihan kas melebihi jumlah yang diinvestasikan, dan sebagai konsekuensinya meningkatkan arus kas masuk. sedangkan kerugian memberikan hasil yang sebaliknya.
kesimpulan harus juga meliputi penjualan untuk variasi segmentasi arus kas. komponen arus kas sering kali menunjukkan petunjuk penting tentang stabilitas sumber kas.



Ukuran Arus Kas Alternatif
Akuntansi akrual memungkinkan alternatif perlakuan akuntansi yang beragam dan memungkinkan potensi manajemen laba. manfaat arus kas sering kali hilang karena penyalahgunaan. laba bersih secara tepat dianggap sebagai ukuran kinerja operasi dan secara konsisten dikaitkan dengan ekuitas.

Perusahaan dan Kondisi Ekonomi
Sebuah neraca menjelaskan aktiva perusahaan pada satu titik waktu tertentu dan sumber pendanaan aktiva-aktiva tersebut. Laporan laba rugi menggambarkan hasil operasi untuk satu periode waktu. Laba meningkatkan aktiva, termasuk kas dan aktiva non kas. Beban merupakan konsumsi atas aktiva. Dengan demikian, laba bersih terkait dengan arus kas melalui penyesuaian pos-pos neraca.
Perusahaan yang sukses maupun yang gagal dapat mtngalami arus kas dari operasi, namun dengan alasan yang jauh berbeda. Perusahaan yang sukses yang menghadapi masalah investasi dalam piutang dan persediaan yang meningkat untuk memenuhi permintaan pelanggan yang meningkat, mendapati bahwa keuntungan yang meningkat berguna untuk mendapatkan pendanaan tambahan dengan utang maupun ekuitas. Keuntungan ini pada akhirnya menghasilkan arus kas positif. Sedangkan perusahaan yang gagal mengalami kekurangan kas karena penurunan perputaran piutang dan persediaan, mangalami kerugian operasi, atau kombinasi dari kedua faktor tersebut atas faktor lainnya. Perusahaan yang gagal dapat meningkatkan arus kas dengan mengurangi piutang dan persediaan, namun hal ini umumnya disertai dengan penurunan pelayanan pada pelanggan, yang menurunkan laba lebih lanjut. Faktor-faktor tersebut merupakan tanda krisis saat ini dan dimasa depan, serta kekurangan kas, termasuk penurunan kredit perdagangan. Penurunan arus kas bagi perusahaan gagal memiliki implikasi yang sama sekali berbeda dengan implikasinya bagi perusahaan yang sukses. Meskipun manajer gagal dapat meminjam uang, biaya dan pinjaman hanya akan memperbesar kerugian. Profitabilitas merupakan variabel utama, tanpa profitabilitas perusahaan menuju kehancuran. Perubahan modal kerja operasi juga harus diinterpretasikan dalam lingkungan ekonomi. Peningkatan piutang dapat menandakan permintaan pelanggan yang meningkat atau merupakan pertanda ketidakmampuan untuk menagih piutang tepat waktu.
Kondisi inflasi menambah kesulitan keuangan dan tantangan bagi perusahaan. Tantangan utama meliputi penggantian aktiva tetap pada harga yang lebih tinggi dari beban penyusutan, meningkatnya investasi dalam piutang dan persediaan, dan kebijakan dividen yang didasarkan pada laba yang tidak menyediakan biaya sumber daya yang digunakan dalam operasi. Meskipun keputusan menajemen tidak harus dilaporkan dalam laporan keuangan, implikasi dan pentingnya laporan keuangan tidak dapat di abaikan. Informasi tentang bagaimana dampak tindakan manajemen dalam kondisi inflasi dapat dicari dalam laporan arus kas. Hal ini menyebabkan fokus pada arus kas dari operasi setelah pengeluaran modal dan dividen.

Arus Kas Bebas
Turunan analitis laporan arus kas yang bermanfaat adalah penghitungan arus kas bebas. Sebagaimana ukuran analitis lainnya, komponen-komponen perhitungan tersebut harus diperhatikan. Motivasi tersembunyi dalam pelaporan komponen yang digunakan untuk menghitunng arus kas bebas kadangkala memengaruhi manfaatnya. Meskipun tidak ada kesepakatan atas definisi pasti untuk arus kas bebas, salah satu ukuran arus kas bebas adalah sebagai berikut :

Arus kas dari operasi
- Pengeluaran modal bersih untuk mempertahankan kapasitas produksi
- Dividen unttuk saham preferen dan saham biasa

Arus kas bebas
Arus kas bebas positif mencerminkan jumlah yang teresedia bagi aktivitas bisnis setelah penyisihan untuk pendanaan dan investasi yang diperlukan untuk mempertahankan kapasitas produksi pada tingkat sekarang. Pertumbuhan dan fleksibilitas keuangan bergantung pada ketersediaan arus kas bebas. Harus diakui bahwa jumlah pengeluaran modal untuk mempertahankan kapasitas produksi umumnya tidak diungkapkan. Junlah ini disajikan sebagai bagian total pengeluaran modal, yang diungkapkan, namun meliputi pengeluaran untuk ekspansi kapasitas produksi. Pemisahan dua komponen pengeluaran modal ini sulit dilaksanakan. Laporan arus kas jarang memisahkan pengeluaran modal menjadi komponen untuk mempertahankan dan kompensasi untuk ekspansi.

Arus Kas sebagai Validasi
Lapotan arus kas merupakan jembatan penting antara laporan laba rugi dengan neraca. Laporan arus kas melaporkan arus kas masuk dan arus kas keluar, serta kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban lancarnya. Lebih lanjut, laporan arus kas menyediakan petunjuk penting tentang :
- Kelayakan pendanaan pengeluaran modal
- Sumber kas dalam pendanaan ekspansi
- Ketergantungan pada pendanaan eksternal
- Kebijakan dividen di masa depan
- Kemampuan untuk memenuhi persyaratan utang
- Fleksibilitas keuangan untuk menghadapi kebutuhan dan kesempatan yang tidak diantisipasi
- Praktik keuangan oleh manajemen.
- Kualitas laba rugi.
Laporan arus kas bermanfaat untuk mengidentifikasi hasil atau perkiraan operasi yang salah atau menyesatkan. Laporan arus kas merupakan sumber informasi tindakan dan niat menajemen yang andal dan dapat dipercaya – lebih andal daripada prediksi dan pernyataan pers dari manajemen.

RASIO ARUS KAS KHUSUS
.1Liquidity Ratio
Rasio Kecukupan Arus Kas
Rasio kecukupan arus kas merupakan ukuran kemampuan perusahaan untuk menghasilkan kas dari operasi yang cukup untuk menutup pengeluaran modal, investasi dalam persediaan, dan dividen tunai. Rasio kecukupan arus kas dihitung sebagai berikut :

Jumlah kas dari operasi selama tiga tahun
----------------------------------------------------------------------------------------------------------
Jumlah pengeluaran modal, penambahan persediaan, dividen tunai selama tiga tahun

Investasi dalam modal kerja penting lainnya seperti piutang tidak disertakan karena didanai terutama oleh kredit jangka pendek. Dengan demikian, hamya penambahan persediaan yang disertakan.
Rasio kecukupan arus kas perlu diinterpretasikan secara tepat. Rasio sebesar 1 menunjukkan bahwa perusahaan dapat menutup kebutuhan kas tanpa perlu mendapatkan pendanaan eksternal. Rasio kurang dari 1 menunjukkan bahwa sumber kas internal tidak cukup untuk mempertahankan dividen dan tingkat pertumbuhan operasi saat ini. Rasio kecukupan arus kas juga mencerminkan dampak inflasi untuk keperluan pendanaan perusahaan.

Ratio Kecukupan Dividen
Rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam membayar dividen dengan menggunakan arus kas dari operasi. Rasio ini dapat dimodifikasi untuk menunjukkan pembayaran dividen kepada semua pemegang saham atau hanya kepada pemegang saham biasa. Apabila penutupan arus kas atas pembayaran dividen hanya kepada pemegang saham biasa, maka rasio ini dapat dicari dengan mengurangkan dividen saham preferen dari arus kas operasi dibagi dengan dividen saham biasa.
Semakin tinggi rasio ini,menunjukkan semakin likuid suatu perusahaan, akibatnya akan menarik investor untuk menanamkan modalnya pada perusahaan.

Ratio Dividen Coverage = (cash flow from operations) / dividends

Solvency Ratio
Cash Long-Term Debt Coverage
Rasio ini menunjukkan kecukupan arus kas yang diperoleh dari aktifitas operasi yang digunakan untuk membayar hutang perusahaan. Average total liabilities diperoleh dengan cara menambah saldo awal dengan saldo akhir total kewajiban, kemudian dibagi dengan dua. Suatu bentuk alternatif dari rasio ini adalah dengan mengurangkan arus kas dari operasi dengan pembayaran dividen.
Semakin tinggi rasio ini, menunjukkan semakin solvent suatu perusahaan. Dari kebanyakan literatur yang ada menyarankan bahwa 20% adalah ukuran yang memadai untuk rasio ini.

Cash long-term debt coverage = cash flow / long term debt

Cash Interest Coverage
Adalah rasio arus kas dari operasi ditambah dengan pembayaran bunga dan pajak terhadap pembayaran bunga aktual. Semakin besar rasio ini, maka perusahaan dikatakan semakin baik.
Beban bunga (interest paid) dan beban pajak pada laporan arus kas metode langsung dapat diperoleh langsung dari aktifitas operasi. Sedangkan arus kas yang menggunakan metode tidak langsung, beban-beban ini dapat diperoleh dari ungkapan tambahan yang menyertai laporan arus kas.

Cash interest coverage = (Cash Flow from Operations + Interest Paid + Taxes Paid) /
Interest Paid

Capital Expenditure
Capital Acquisition Ratio
Rasio ini menunjukkan apakah perusahaan dapat membayar pengeluaran modalnya dengan segera. Apabila rasio ini sama dengan 100% atau lebih, maka menunjukkan bahwa perusahaan kurang bersandar pada pembiayaaan eksternal dan kontribusi pemilik untuk memindahkan dan menambahkan modal yang ada. Sebaliknya, apabila rasio yang dihasilkan lebih kecil dari 100%, berarti perusahaan tidak mampu menutupi biaya pengeluaran modal dari aktifitas operasi.

Capital expenditure ratio = (cash flow from operations - dividends) / cash paid for acquisitions.

Rasio Reinvestasi Kas
Rasio reinvestasi kas merupakan ukuran atas persentase investasi dalam aktiva yang mencerminkan kas operasi yang ditahan dan diinvestasikan kembali dalam perusahaan untuk mengganti aktiva dan menumbuhkan operasi. Rasio ini dihitng sebagai berikut :

Arus kas operasi – Dividen
---------------------------------------------------------------------------------
Aktiva tetap kotor + Investasi + Aktiva lain + Modal kerjaan

Rasio reinvestasi dalam kisaran 7% sampai 11% umumnya dianggap memadai

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar