Ketika dalam perjalanan pulang setelah mengikuti kegiatan rutin, di samping kiri aku melihat seorang bapak mengendarai sepeda motor dengan gerobak disampingnya. Nampaknya dia sudah selesai berjualan dan hendak pulang.
Awalnya, aku tidak peduli….sampai aku melihat sesuatu yang menurutku ganjil.
Oh Tuhan…Kakinya tidak menapak pada “pancatan” (aku ga tahu apa namanya) sepeda motor. Kakinya hanya menggantung kecil ….kira2 hanya berjarak 40cm dr pangkal pahanya. Diujung kaki itu, dikenakan sebuah sepatu yg bagus..bersih…dan arah sepatu itu terbalik…ujung jari yg seharusnya ke depan…ini justru ke belakang.
Sejenak aku merasa miris. Aku kagum dengan semangat bapak itu. Walau keadaannya seperti itu, dia tetap semangat bekerja. Dia tidak meminta-minta. Dia tidak berpakaian kusut supaya dikasihani, tp justru berpakaian rapi dan bersepatu. Dan dia bekerja sampai semalam ini (pkl 21.30)
Aku terus menatap bapak itu sampai hilang dr pandanganku….
Aku merenung. Adakah aku lebih semangat dr bapak itu? Aku lebih sempurna secara fisik. Lebih banyak hal yg bisa aku lakukan. Tapi sampai seberapa mampu aku mengolah segala yang aku miliki. Sering kali aku memoles diri supaya dikasihani…menempatkan diri sebagai sosok yang menderita..memiliki persoalan hidup terberat…memasang muka masam…dan putus asa untuk berusaha.
Tapi…seorang bapak yang tidak kukenal …malam ini telah mengajar aku … bahwa apapun keadaan diri kita, jgn kita berputus asa. Semua ada jalan…asal kita mau berusaha. Teruslah bersemangat.. Tampilah sebagai orang yang pantas dihargai..bukan dikasihani.
Rabu, 07 April 2010
Kesabaran
Sekalipun ada keuntungan untuk menjadi yang pertama, tetapi
terdapat lebih banyak keuntungan dalam menjadi yang terbaik.
Di dunia yang serba instan dan segera ini, layaklah kita melihat
bagaimana melakukan sesuatu secara sepantasnya.
Terburu-buru dan ketidak sabaran adalah bisa berakibat fatal
dan rentan terhadap kesalahan. Pelajarilah nilai kesabaran.
Sekalipun rasanya seperti anda tertinggal jauh di belakang,
tetapi dengan usaha yang terukur dan tekun, lebih mungkin
anda akan berada di depan.
Kesabaran bukan berarti menunda-nunda pekerjaan. Kesabaran
berarti mengambil tindakan SEKARANG, yang akan membawa hasil
di masa depan. Kesabaran berfokus pada hasil terbaik – bukan
pada hasil tercepat atau termudah. Kesabaran berarti mengerti
bahwa perjalanan panjang memiliki hasil yang panjang pula.
Mulailah dari sekarang, dan bersabarlah. Siapa yang mencari
hasil segera – akan segera pula kehilangan hasilnya – itupun
kalau mereka bisa mendapatkan hasil.
Memang makan waktu untuk menghasilkan yang terbaik, tetapi
anda sendiri yang akan menikmati hasilnya…
terdapat lebih banyak keuntungan dalam menjadi yang terbaik.
Di dunia yang serba instan dan segera ini, layaklah kita melihat
bagaimana melakukan sesuatu secara sepantasnya.
Terburu-buru dan ketidak sabaran adalah bisa berakibat fatal
dan rentan terhadap kesalahan. Pelajarilah nilai kesabaran.
Sekalipun rasanya seperti anda tertinggal jauh di belakang,
tetapi dengan usaha yang terukur dan tekun, lebih mungkin
anda akan berada di depan.
Kesabaran bukan berarti menunda-nunda pekerjaan. Kesabaran
berarti mengambil tindakan SEKARANG, yang akan membawa hasil
di masa depan. Kesabaran berfokus pada hasil terbaik – bukan
pada hasil tercepat atau termudah. Kesabaran berarti mengerti
bahwa perjalanan panjang memiliki hasil yang panjang pula.
Mulailah dari sekarang, dan bersabarlah. Siapa yang mencari
hasil segera – akan segera pula kehilangan hasilnya – itupun
kalau mereka bisa mendapatkan hasil.
Memang makan waktu untuk menghasilkan yang terbaik, tetapi
anda sendiri yang akan menikmati hasilnya…
God Know
Bila Anda lelah dan putus asa dari upaya sia-sia …
Tuhan tahu seberapa keras Anda telah mencoba.
Bila Anda telah menangis begitu lama dan hatimu dalam penderitaan …
Tuhan telah menghitung air matamu.
Jika Anda merasa bahwa hidup Anda sedang ditahan dan waktu telah berlalu Anda dengan …
Tuhan sedang menunggu bersama Anda.
Ketika Anda kesepian dan teman-temanmu terlalu sibuk bahkan untuk panggilan telepon …
Tuhan sisi Anda.
Bila Anda pikir Anda sudah mencoba segalanya dan tidak tahu ke mana harus berpaling …
Tuhan memiliki solusi.
Ketika tidak ada yang masuk akal dan Anda bingung atau frustrasi …
Tuhan memiliki jawabannya.
Jika tiba-tiba pandangan Anda yang cerah dan Anda menemukan jejak-jejak harapan …
Tuhan telah berbisik kepada Anda.
Ketika segala sesuatu berjalan dengan baik dan Anda memiliki banyak untuk berterima kasih atas …
Tuhan telah memberkati Anda.
Ketika sesuatu yang menyenangkan terjadi dan kamu dipenuhi dengan kagum …
Tuhan telah tersenyum kepadamu.
Bila Anda memiliki tujuan untuk dipenuhi dan mimpi untuk mengikuti …
Tuhan telah membuka mata dan memanggil Anda dengan nama Anda.
Ingat bahwa di manapun Anda berada atau apa pun yang Anda hadapi …
Tuhan TAHU
Tuhan tahu seberapa keras Anda telah mencoba.
Bila Anda telah menangis begitu lama dan hatimu dalam penderitaan …
Tuhan telah menghitung air matamu.
Jika Anda merasa bahwa hidup Anda sedang ditahan dan waktu telah berlalu Anda dengan …
Tuhan sedang menunggu bersama Anda.
Ketika Anda kesepian dan teman-temanmu terlalu sibuk bahkan untuk panggilan telepon …
Tuhan sisi Anda.
Bila Anda pikir Anda sudah mencoba segalanya dan tidak tahu ke mana harus berpaling …
Tuhan memiliki solusi.
Ketika tidak ada yang masuk akal dan Anda bingung atau frustrasi …
Tuhan memiliki jawabannya.
Jika tiba-tiba pandangan Anda yang cerah dan Anda menemukan jejak-jejak harapan …
Tuhan telah berbisik kepada Anda.
Ketika segala sesuatu berjalan dengan baik dan Anda memiliki banyak untuk berterima kasih atas …
Tuhan telah memberkati Anda.
Ketika sesuatu yang menyenangkan terjadi dan kamu dipenuhi dengan kagum …
Tuhan telah tersenyum kepadamu.
Bila Anda memiliki tujuan untuk dipenuhi dan mimpi untuk mengikuti …
Tuhan telah membuka mata dan memanggil Anda dengan nama Anda.
Ingat bahwa di manapun Anda berada atau apa pun yang Anda hadapi …
Tuhan TAHU
Hisup,Semangat,Perjuangan
Ketika dalam perjalanan pulang setelah mengikuti kegiatan rutin, di samping kiri aku melihat seorang bapak mengendarai sepeda motor dengan gerobak disampingnya. Nampaknya dia sudah selesai berjualan dan hendak pulang.
Awalnya, aku tidak peduli….sampai aku melihat sesuatu yang menurutku ganjil.
Oh Tuhan…Kakinya tidak menapak pada “pancatan” (aku ga tahu apa namanya) sepeda motor. Kakinya hanya menggantung kecil ….kira2 hanya berjarak 40cm dr pangkal pahanya. Diujung kaki itu, dikenakan sebuah sepatu yg bagus..bersih…dan arah sepatu itu terbalik…ujung jari yg seharusnya ke depan…ini justru ke belakang.
Sejenak aku merasa miris. Aku kagum dengan semangat bapak itu. Walau keadaannya seperti itu, dia tetap semangat bekerja. Dia tidak meminta-minta. Dia tidak berpakaian kusut supaya dikasihani, tp justru berpakaian rapi dan bersepatu. Dan dia bekerja sampai semalam ini (pkl 21.30)
Aku terus menatap bapak itu sampai hilang dr pandanganku….
Aku merenung. Adakah aku lebih semangat dr bapak itu? Aku lebih sempurna secara fisik. Lebih banyak hal yg bisa aku lakukan. Tapi sampai seberapa mampu aku mengolah segala yang aku miliki. Sering kali aku memoles diri supaya dikasihani…menempatkan diri sebagai sosok yang menderita..memiliki persoalan hidup terberat…memasang muka masam…dan putus asa untuk berusaha.
Tapi…seorang bapak yang tidak kukenal …malam ini telah mengajar aku … bahwa apapun keadaan diri kita, jgn kita berputus asa. Semua ada jalan…asal kita mau berusaha. Teruslah bersemangat.. Tampilah sebagai orang yang pantas dihargai..bukan dikasihani.
Awalnya, aku tidak peduli….sampai aku melihat sesuatu yang menurutku ganjil.
Oh Tuhan…Kakinya tidak menapak pada “pancatan” (aku ga tahu apa namanya) sepeda motor. Kakinya hanya menggantung kecil ….kira2 hanya berjarak 40cm dr pangkal pahanya. Diujung kaki itu, dikenakan sebuah sepatu yg bagus..bersih…dan arah sepatu itu terbalik…ujung jari yg seharusnya ke depan…ini justru ke belakang.
Sejenak aku merasa miris. Aku kagum dengan semangat bapak itu. Walau keadaannya seperti itu, dia tetap semangat bekerja. Dia tidak meminta-minta. Dia tidak berpakaian kusut supaya dikasihani, tp justru berpakaian rapi dan bersepatu. Dan dia bekerja sampai semalam ini (pkl 21.30)
Aku terus menatap bapak itu sampai hilang dr pandanganku….
Aku merenung. Adakah aku lebih semangat dr bapak itu? Aku lebih sempurna secara fisik. Lebih banyak hal yg bisa aku lakukan. Tapi sampai seberapa mampu aku mengolah segala yang aku miliki. Sering kali aku memoles diri supaya dikasihani…menempatkan diri sebagai sosok yang menderita..memiliki persoalan hidup terberat…memasang muka masam…dan putus asa untuk berusaha.
Tapi…seorang bapak yang tidak kukenal …malam ini telah mengajar aku … bahwa apapun keadaan diri kita, jgn kita berputus asa. Semua ada jalan…asal kita mau berusaha. Teruslah bersemangat.. Tampilah sebagai orang yang pantas dihargai..bukan dikasihani.
NIlai Diri Kita
Pada suatu ketika, di sebuah taman kecil ada seorang kakek. Di dekat kaket tersebut terdapat beberapa anak yang sedang asyik bermain pasir, membentuk lingkaran. Kakek itu lalu menghampiri mereka, dan berkata:
“Siapa diantara kalian yang mau uang Rp. 50.000!!” Semua anak itu terhenti bermain dan serempak mengacungkan tangan sambil memasang muka manis penuh senyum dan harap. Kakek lalu berkata, “Kakek akan memberikan uang ini, setelah kalian semua melihat ini dulu.”
Kakek tersebut lalu meremas-remas uang itu hingga lusuh. Di remasnya terus hingga beberapa saat. Ia lalu kembali bertanya “Siapa yang masih mau dengan uang ini lusuh ini?” Anak-anak itu tetap bersemangat mengacungkan tangan.
“Tapi,, kalau kakek injak bagaimana? “. Lalu, kakek itu menjatuhkan uang itu ke pasir dan menginjaknya dengan sepatu. Di pijak dan di tekannya dengan keras uang itu hingga kotor. Beberapa saat, Ia lalu mengambil kembali uang itu. Dan kakek kembali bertanya: “Siapa yang masih mau uang ini?”
Tetap saja. Anak-anak itu mengacungkan jari mereka. Bahkan hingga mengundang perhatian setiap orang. Kini hampir semua yang ada di taman itu mengacungkan tangan.
cerita diatas sangatlah sederhana. Namun kita dapat belajar sesuatu yang sangat berharga dari cerita itu. Apapun yang dilakukan oleh si Kakek, semua anak akan tetap menginginkan uang itu, Kenapa? karena tindakan kakek itu tak akan mengurangi nilai dari uang yang di hadiahkan. Uang itu tetap berharga Rp. 50.000
seringkali, dalam hidup ini, kita merasa lusuh, kotor, tertekan, tidak berarti, terinjak, tak kuasa atas apa yang terjadi pada sekeliling kita, atas segala keputusan yang telah kita ambil, kita merasa rapuh. Kita juga kerap mengeluh atas semua ujian yang di berikan-Nya. Kita seringkali merasa tak berguna, tak berharga di mata orang lain. Kita merasa di sepelekan, di acuhkan dan tak dipedulikan oleh keluarga, teman, bahkan oleh lingkungan kita.
Namun, percayalah, apapun yang terjadi, atau *bakal terjadi*, kita tak akan pernah kehilangan nilai kita di mata Allah. Bagi-Nya, lusuh, kotor, tertekan, ternoda, selalu ada saat untuk ampunan dan maaf.
Kita tetap tak ternilai di mata Allah.
Nilai dari diri kita, tidak timbul dari apa yang kita sandang, atau dari apa yang kita dapat. Nilai diri kita, akan dinilai dari akhlak dan perangai kita. Tingkah laku kita. seberapapun kita diinjak oleh ketidak adilan, kita akan tetap diperebutkan, kalau kita tetap konsisten menjaga sikap kita.
Sahabat, akhlak ialah bunga kehidupan kita. Merupakan seberapa bernilainya manusia. Dengan akhlak, rasa sayang dan senang akan selalu mengikuti kita, dan merupakan modal hidup.
Orang yang tidak mempunyai akhlak, meskipun ia berharta, tidak ada nilainya. Meskipun dia cantik, tapi jika sikapnya buruk dan tiada berakhlak, maka kecantikannya tiada berguna baginya. Begitu pula dengan orang yang berpangkat tinggi, tanpa akhlak, dia menjadi orang yang dibenci.
“Siapa diantara kalian yang mau uang Rp. 50.000!!” Semua anak itu terhenti bermain dan serempak mengacungkan tangan sambil memasang muka manis penuh senyum dan harap. Kakek lalu berkata, “Kakek akan memberikan uang ini, setelah kalian semua melihat ini dulu.”
Kakek tersebut lalu meremas-remas uang itu hingga lusuh. Di remasnya terus hingga beberapa saat. Ia lalu kembali bertanya “Siapa yang masih mau dengan uang ini lusuh ini?” Anak-anak itu tetap bersemangat mengacungkan tangan.
“Tapi,, kalau kakek injak bagaimana? “. Lalu, kakek itu menjatuhkan uang itu ke pasir dan menginjaknya dengan sepatu. Di pijak dan di tekannya dengan keras uang itu hingga kotor. Beberapa saat, Ia lalu mengambil kembali uang itu. Dan kakek kembali bertanya: “Siapa yang masih mau uang ini?”
Tetap saja. Anak-anak itu mengacungkan jari mereka. Bahkan hingga mengundang perhatian setiap orang. Kini hampir semua yang ada di taman itu mengacungkan tangan.
cerita diatas sangatlah sederhana. Namun kita dapat belajar sesuatu yang sangat berharga dari cerita itu. Apapun yang dilakukan oleh si Kakek, semua anak akan tetap menginginkan uang itu, Kenapa? karena tindakan kakek itu tak akan mengurangi nilai dari uang yang di hadiahkan. Uang itu tetap berharga Rp. 50.000
seringkali, dalam hidup ini, kita merasa lusuh, kotor, tertekan, tidak berarti, terinjak, tak kuasa atas apa yang terjadi pada sekeliling kita, atas segala keputusan yang telah kita ambil, kita merasa rapuh. Kita juga kerap mengeluh atas semua ujian yang di berikan-Nya. Kita seringkali merasa tak berguna, tak berharga di mata orang lain. Kita merasa di sepelekan, di acuhkan dan tak dipedulikan oleh keluarga, teman, bahkan oleh lingkungan kita.
Namun, percayalah, apapun yang terjadi, atau *bakal terjadi*, kita tak akan pernah kehilangan nilai kita di mata Allah. Bagi-Nya, lusuh, kotor, tertekan, ternoda, selalu ada saat untuk ampunan dan maaf.
Kita tetap tak ternilai di mata Allah.
Nilai dari diri kita, tidak timbul dari apa yang kita sandang, atau dari apa yang kita dapat. Nilai diri kita, akan dinilai dari akhlak dan perangai kita. Tingkah laku kita. seberapapun kita diinjak oleh ketidak adilan, kita akan tetap diperebutkan, kalau kita tetap konsisten menjaga sikap kita.
Sahabat, akhlak ialah bunga kehidupan kita. Merupakan seberapa bernilainya manusia. Dengan akhlak, rasa sayang dan senang akan selalu mengikuti kita, dan merupakan modal hidup.
Orang yang tidak mempunyai akhlak, meskipun ia berharta, tidak ada nilainya. Meskipun dia cantik, tapi jika sikapnya buruk dan tiada berakhlak, maka kecantikannya tiada berguna baginya. Begitu pula dengan orang yang berpangkat tinggi, tanpa akhlak, dia menjadi orang yang dibenci.
Kamis, 04 Maret 2010
Macam, Jenis Serta Pengertian Ekspansi Bisnis - Merger, Akuisisi, Hostile Take Over dan Leverage Buyout
Perluasan atau expansi bisnis diperlukan oleh suatu perusahaan untuk mencapai efisiensi, menjadi lebih kompetitif, serta untuk meningkatkan keuntungan atau profit perusahaan. Ekspansi bisnis dapat dilakukan dalam beberapa metode, yakni :
1. Merger Atau Penggabungan
Merger adalah penggabungan dari dua atau lebih perusahaan menjadi satu kesatuan yang terpadu. Perusahaan yang dominan dibanding dengan perusahaan yang lain akan tetap mempertahankan identitasnya, sedangkan yang lemah akan mengaburkan identitas yang dimilikinya. jenis-jenis merger :
a. Merger Vertikal
Perusahaan masih dalam satu industri tetapi beda level atau tingkat operasional. Contoh : Restoran cepat saji menggabungkan diri dengan perusahaan peternakan ayam.
b. Merger Horisontal
Perusahaan dalam satu industri membeli perusahaan di level operasi yang sama. Contoh : pabrik komputer gabung dengan pabrik komputer.
c. Merger Konglomerasi
Tidak ada hubungan industri pada perusahaan yang diakuisisi. Bertujuan untuk meningkatkan profit perusahaan dari berbagai sumber atau unit bisnis. Contoh : perusahaan pengobatan alternatif bergabung dengan perusahaan operator telepon seluler nirkabel.
2. Akuisisi
Akuisisi adalah pembelian suatu perusahaan oleh perusahaan lain atau oleh kelompok investor. Akuisisi sering digunakan untuk menjaga ketersediaan pasokan bahan baku atau jaminan produk akan diserap oleh pasar. Contoh : Aqua diakuisisi oleh Danone, Pizza Hut oleh Coca-Cola, dan lain-lain.
3. Hostile Take Over atau Pengambil Alihan Secara Paksa
Hostile take over adalah suatu tindakan akuisisi yang dilakukan secara paksa yang biasanya dilakukan dengan cara membuka penawaran atas saham perusahaan yang ingin dikuasai di pasar modal dengan harga di atas harga pasar. Pengambilalihan secara paksa biasanya diikuti oleh pemecatan karyawan dan manajer untuk diganti orang baru untuk melakukan efisiensi pada operasional perusahaan.
4. Leverage Buyout
Leverage buy out adalah teknik pengusaan perusahaan dengan metode pinjaman atau utang yang digunakan pihak manajemen untuk membeli perusahaan lain. Terkadang suatu perusahaan target dapat dimiliki tanpa modal awal yang besar.
1. Merger Atau Penggabungan
Merger adalah penggabungan dari dua atau lebih perusahaan menjadi satu kesatuan yang terpadu. Perusahaan yang dominan dibanding dengan perusahaan yang lain akan tetap mempertahankan identitasnya, sedangkan yang lemah akan mengaburkan identitas yang dimilikinya. jenis-jenis merger :
a. Merger Vertikal
Perusahaan masih dalam satu industri tetapi beda level atau tingkat operasional. Contoh : Restoran cepat saji menggabungkan diri dengan perusahaan peternakan ayam.
b. Merger Horisontal
Perusahaan dalam satu industri membeli perusahaan di level operasi yang sama. Contoh : pabrik komputer gabung dengan pabrik komputer.
c. Merger Konglomerasi
Tidak ada hubungan industri pada perusahaan yang diakuisisi. Bertujuan untuk meningkatkan profit perusahaan dari berbagai sumber atau unit bisnis. Contoh : perusahaan pengobatan alternatif bergabung dengan perusahaan operator telepon seluler nirkabel.
2. Akuisisi
Akuisisi adalah pembelian suatu perusahaan oleh perusahaan lain atau oleh kelompok investor. Akuisisi sering digunakan untuk menjaga ketersediaan pasokan bahan baku atau jaminan produk akan diserap oleh pasar. Contoh : Aqua diakuisisi oleh Danone, Pizza Hut oleh Coca-Cola, dan lain-lain.
3. Hostile Take Over atau Pengambil Alihan Secara Paksa
Hostile take over adalah suatu tindakan akuisisi yang dilakukan secara paksa yang biasanya dilakukan dengan cara membuka penawaran atas saham perusahaan yang ingin dikuasai di pasar modal dengan harga di atas harga pasar. Pengambilalihan secara paksa biasanya diikuti oleh pemecatan karyawan dan manajer untuk diganti orang baru untuk melakukan efisiensi pada operasional perusahaan.
4. Leverage Buyout
Leverage buy out adalah teknik pengusaan perusahaan dengan metode pinjaman atau utang yang digunakan pihak manajemen untuk membeli perusahaan lain. Terkadang suatu perusahaan target dapat dimiliki tanpa modal awal yang besar.
Selasa, 15 Desember 2009
Aku Cinta Indonesia
Aku cinta Indonesia
Aku cinta Indonesia, sampai mati akan tetap cinta ... meskipun ia dihancurkan ... meskipun ia hancur. Sementara aku berada di tanah ... Aku akan tetap mengasihi Indonesia.
Ibu bumi sekarang sangat sedih, apalagi sekarang musim hujan ... air mata air kami lebih banyak air mata. Apakah kita tidak merasa kasihan padanya? Ibu pertiwi meratapi anak-anaknya tidak lagi akan menghargai itu, juga akan menghargai anak-anak yang sebelumnya telah berjuang untuk hak-hak mereka menuju kemerdekaan, sehingga anak-anak mereka masih muda tetap dapat menikmati hak-hak mereka secara bebas.
Aku sangat kasihan ibu pertiwiku tercinta. Sekarang para penyerbu mulai lagi menggerogoti negeri kita, mencuri semua kekayaan negara kita .... Ibu pertiwi menjerit sangat keras melampiaskan kesedihannya terjadi. Aku sangat menyesal. Tapi apa yang bisa saya lakukan? Apa yang dapat saya lakukan adalah aku berusaha keras untuk melakukannya.
Sampah pada tempatnya, merawat bunga-bunga dan pohon-pohon di taman, memiliki peran sebagai pelaku di daerah kesenian tradisional untuk menjaga kekayaan budaya negara kita, berjalan kaki untuk menghemat minyak dalam perut bumi ibu bumi, putar mati listrik ketika tidak diperlukan, belajar keras agar suatu hari nanti aku dapat membuat ibu pertiwi tersenyum.
Tapi jika hanya aku dan segelintir orang yang melakukannya apakah cukup?
Jika aku hanya membuang sampah saya hanya tidak egois, jadi tidak ingin membuang sampah lain di sampah orang lain? Tapi aku tidak punya kekuatan sebanyak itu untuk membuang semua sampah di buang milyaran putra dan putri ibu pertiwi di negeri ini, juga orang-orang yang juga peduli ....
Jika aku hanya merawat bunga-bunga dan pepohonan di kebunku sendiri apakah cukup? Sementara di luar sana juga beberapa orang yang berlaku lebih daripada aku, tapi di sisi lain ada orang-orang jadi bagaimana bisa menebang pohon sesuka hati? Apa yang tidak mereka butuhkan untuk bernapas. Pohon sumber oksigen bagi kita, jika tidak ada pohon untuk napas untuk memakai? Bukankah kalau kita tidak bernapas beberapa menit hanya untuk mati? Mau pakai apa napas pasokan oksigen ketika alam atau buatan manusia telah habis?
Jika aku pergi untuk melestarikan budaya kita, sementara saudara yang lain melestarikan budaya negara-negara lain, akan habis kekayaan budaya kita kan? Akan punah seperti badak bercula satu di ujung barat pulau Jawa.
Jadi apa yang harus dilakukan, saya tidak punya kekuatan untuk itu untuk mengundang orang untuk melakukan hal yang sama. Saya juga tidak punya banyak keberanian untuk memanggil saudara-saudaraku semua, saya juga tidak memiliki hak untuk mengubah ini. Aku bertanya kepada Tuhan selalu ... tetapi TUHAN akan berubah HANYA SATU NEGARA MEREKA INGINKAN JIKA mengubah negara sendiri.
Pasti salah satu, tidak bisa saya sendirian! Jadi, hai saudara telah meninggalkan bumi, MEMBUAT IBU PERTIWI KITA TERSENYUM KEMBALI ....
Aku cinta Indonesia, sampai mati akan tetap cinta ... meskipun ia dihancurkan ... meskipun ia hancur. Sementara aku berada di tanah ... Aku akan tetap mengasihi Indonesia.
Ibu bumi sekarang sangat sedih, apalagi sekarang musim hujan ... air mata air kami lebih banyak air mata. Apakah kita tidak merasa kasihan padanya? Ibu pertiwi meratapi anak-anaknya tidak lagi akan menghargai itu, juga akan menghargai anak-anak yang sebelumnya telah berjuang untuk hak-hak mereka menuju kemerdekaan, sehingga anak-anak mereka masih muda tetap dapat menikmati hak-hak mereka secara bebas.
Aku sangat kasihan ibu pertiwiku tercinta. Sekarang para penyerbu mulai lagi menggerogoti negeri kita, mencuri semua kekayaan negara kita .... Ibu pertiwi menjerit sangat keras melampiaskan kesedihannya terjadi. Aku sangat menyesal. Tapi apa yang bisa saya lakukan? Apa yang dapat saya lakukan adalah aku berusaha keras untuk melakukannya.
Sampah pada tempatnya, merawat bunga-bunga dan pohon-pohon di taman, memiliki peran sebagai pelaku di daerah kesenian tradisional untuk menjaga kekayaan budaya negara kita, berjalan kaki untuk menghemat minyak dalam perut bumi ibu bumi, putar mati listrik ketika tidak diperlukan, belajar keras agar suatu hari nanti aku dapat membuat ibu pertiwi tersenyum.
Tapi jika hanya aku dan segelintir orang yang melakukannya apakah cukup?
Jika aku hanya membuang sampah saya hanya tidak egois, jadi tidak ingin membuang sampah lain di sampah orang lain? Tapi aku tidak punya kekuatan sebanyak itu untuk membuang semua sampah di buang milyaran putra dan putri ibu pertiwi di negeri ini, juga orang-orang yang juga peduli ....
Jika aku hanya merawat bunga-bunga dan pepohonan di kebunku sendiri apakah cukup? Sementara di luar sana juga beberapa orang yang berlaku lebih daripada aku, tapi di sisi lain ada orang-orang jadi bagaimana bisa menebang pohon sesuka hati? Apa yang tidak mereka butuhkan untuk bernapas. Pohon sumber oksigen bagi kita, jika tidak ada pohon untuk napas untuk memakai? Bukankah kalau kita tidak bernapas beberapa menit hanya untuk mati? Mau pakai apa napas pasokan oksigen ketika alam atau buatan manusia telah habis?
Jika aku pergi untuk melestarikan budaya kita, sementara saudara yang lain melestarikan budaya negara-negara lain, akan habis kekayaan budaya kita kan? Akan punah seperti badak bercula satu di ujung barat pulau Jawa.
Jadi apa yang harus dilakukan, saya tidak punya kekuatan untuk itu untuk mengundang orang untuk melakukan hal yang sama. Saya juga tidak punya banyak keberanian untuk memanggil saudara-saudaraku semua, saya juga tidak memiliki hak untuk mengubah ini. Aku bertanya kepada Tuhan selalu ... tetapi TUHAN akan berubah HANYA SATU NEGARA MEREKA INGINKAN JIKA mengubah negara sendiri.
Pasti salah satu, tidak bisa saya sendirian! Jadi, hai saudara telah meninggalkan bumi, MEMBUAT IBU PERTIWI KITA TERSENYUM KEMBALI ....
Langganan:
Postingan (Atom)
